GLOSSARIUM OF TOURISM
A
Accreditation is a process of qualifying, endorsing, and “licensing”
entities that perform certification of businesses, products, processes,
or services
.
Attraction: Any visitor service or product which tourists would enjoy
visiting or using. An attraction may not be an “attractor” but can
still be an attraction. To be considered an attraction, a product must
be: a. Findable (clearly located on maps and street addresses, and
directions provided). If tourists can’t find the facility, it is not a
tourist attraction
.
Attractor: A significant tourist attraction, which compels
visitation. The primary “must sees” in an area. The top reasons a
tourist would choose to visit this area.
B
Breakage: Expenses budgeted for a tour but not used or expended, thus
resulting in additional profit to the tour operator. Examples include
meals budgeted but not consumed, currency fluctuations in favor of the
tour operator, or the tour selling to much larger numbers of passengers
than expected.
Break-even point (BEP): The point at which revenues and expenses are
the same. For example, the BEP is the number of products (or seats,
cabins, tickets, etc.) that must be sold for a company to break even.
The BEP is calculated as fixed costs divided by the selling price less
variable costs. See reasonable number.
Budgeted balance sheet: A budget that measures total assets and liabilities.
Budgeted income statement: A budget that tracks revenues and expenses. Also called the profit and loss statement.
C
Charter: To hire the exclusive use of any aircraft, motorcoach, or other vehicle.
Community is people living in one place, district, state, or country (NEAP, 2000).
Confidential tariff: A schedule of wholesale rates distributed in confidence to travel wholesalers and travel agents.
Consolidator: A person or company which forms groups to travel on air
charters or at group fares on scheduled flights to increase sales, earn
override commissions or reduce the possibility of tour cancellations.
MANAGEMENT
PENGELOLAAN PARIWISATA BERKELANJUTAN DI INDONESIA
Pembangunan pariwisata yang terpadu dan berkelanjutan perlu memperhatikan
dampak serta aspiratif dengan adat istiadat masyarakat di sekitar daerah tujuan
wisata. Seluruh stake holders yang berhubungan langsung dengan dunia pariwisata
terlibat dalam perencanaan pembangunan suatu obyek daerah tujuan wisata.
Masyarakat setempat, wisatawan, pengusaha (investor), biro perjalanan serta
Pemerintah Daerah harus saling terpadu untuk berupaya secara maksimal
mengembangkan potensi wisata yang memperhitungkan keuntungan dan manfaat rakyat
banyak.
Industri pariwisata yang
berkembang dengan baik akan membuka kesempatan terciptanya peluang usaha,
kesempatan berwiraswasta, serta terbukanya lapangan kerja yang cukup luas bagi
penduduk setempat, bahkan masyarakat dari luar daerah. Secara langsung dengan
dibangunnya sarana dan prasarana kepariwisataan di daerah tujuan wisata
tersebut maka akan banyak tenaga kerja yang diperlukan oleh proyek-proyek,
seperti pembuatan jalan-jalan ke obyek-obyek pariwisata, jembatan, usaha
kelistrikan, penyediaan sarana air bersih, pembangunan lokasi rekreasi,
angkutan wisata, terminal, lapangan udara, perhotelan, restoran, biro
perjalanan, pusat perbelanjaan, sanggar-sanggar kesenian dan tempat-tempat
hiburan lainnya.
Perputaran uang akan
meningkat dengan adanya kunjungan para wisatawan baik domestik maupun non
domestik, hal ini tentu akan mempunyai pengaruh yang besar terhadap peningkatan
penerimaan devisa negara, pendapatan nasional serta pendapatan daerah. Walaupun
demikian ada beberapa alasan di luar faktor ekonomis yaitu yang bersifat non
ekonomis dalam pengembangan pariwisata. Salah satu contoh adalah dalam rangka
mempertahankan kelestarian kebudayaan masyarakat setempat, keindahan alam serta
menyamakan persepsi seluruh komponen masyarakat akan ke arah mana pariwisata
dikembangan.
Pembangunan pariwisata
perlu direncanakan secara matang dan terpadu dengan memperhatikan segala sudut
pandang serta persepsi yang saling mempengaruhi. Para pengambil kebijakan
hati-hati dalam implementasinya, akan sangat bagus apabila sebelum kebijakan
dijalankan dilakukan terlebih dahulu penelitian dan pengkajian yang mendalam
terhadap semua aspek yang berkaitan dengan dunia pariwisata. Mulai dari potensi
yang dimiliki daerah setempat, adat istiadat kebiasaan hidup masyarakat sekitar
lokasi pariwisata, kepercayaan yang dianutnya, sampai kepada kebiasaan dan
tingkah laku wisatawan yang direncanakan akan tertarik untuk berkunjung ke
daerah tujuan wisata yang siap dikembangkan.
Dengan kebijakan yang memperhatikan kompleksitas permasalahan tersebut
diharapkan akan tercipta suasana lokasi daerah tujuan wisata yang harmonis,
aman, nyaman, bersih, bebas polusi dan memiliki lingkungan yang terpelihara,
sehingga menyenangkan semua pihak khususnya para wisatawan.
Konsep dan Pengertian
Pembangunan Pariwisata Berkelanjutan
Pemenuhan kebutuhan dan
aspirasi masyarakat adalah tujuan utama pembangunan. Kebutuhan dasar sebagian
besar penduduk di bumi ini seperti pangan, sandang, papan, pekerjaan perlu
terpenuhi, disamping mempunyai cita-cita akan kehidupan yang lebih baik.
Konsep pembangunan berkelanjutan mengimplikasikan batas bukan absolut akan
tetapi batas yang ditentukan oleh teknologi dan organisasi masyarakat serta
oleh kemampuan kehidupan bumi menyerap dampak kegiatan manusia.
Pembangunan
berkelanjutan adalah pembangunan yang memenuhi kebutuhan masa kini tanpa
mengurangi kemampuan generasi mendatang untuk memenuhi kebutuhannya.
Prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan adalah sebagai berikut
(Djajadiningrat, 2001):
1.Menjamin pemerataan
dan keadilan sosial
2.Menghargai keanekaragaman (diversity)
3.Menggunakan pendekatan integratif
4.Meminta perspektif jangka panjang
Di dalam pembangunan
berkelanjutan terkandung dua gagasa penting, yaitu gagasan kebutuhan yaitu
kebutuhan esensial untuk memberlanjutkan kehidupan manusia serta gagasan
keterbatasan yang bersumber pada kondisi teknologi dan organisasi sosial
terhadap kemampuan lingkungan untuk memenuhi kebutuhan kini dan hari depan.
Sehingga untuk memenuhi dua gagasan tersebut diperlukan syarat-syarat untuk
pembangunan berkelanjutan (Djajadiningrat, 2001), sebagai berikut
1.Keberlanjutan Ekologis
2.Keberlanjutan Ekonomi
3.Keberlanjutan Sosial dan Budaya
4.Keberlanjutan Politik
5.Keberlanjutan Pertahanan dan Keamanan
Dalam kaitannya dengan
pembangunan pariwisata berkelanjutan yang perlu mendapatkan perhatian adalah
bagaimana agar supaya obyek daerah tujuan wisata dapat dikembangkan dengan
tidak mengganggu ekosistem lingkungan yang ada, serta masyarakat setempat tidak
terpinggirkan kepentingannya untuk pemenuhan kebutuhan hidup yang lebih baik.
Jumlah turis yang
berkunjung ke Indonesia
Jumlah
wisawatan mancanegara yang melancong ke Indonesia terus bertambah. Berdasarkan
catatan Badan Pusat Statistik (BPS) pada Juni 2012 jumlah wisawatan mancanegara
yang berkunjung ke Tanah Air mencapai 695.531 orang.
"Jumlahnya
meningkat 3,13 persen dibandingkan jumlah wisatawan mancanegara pada bulan yang
sama tahun sebelumnya. Sementara dibandingkan Mei 2012, naik 6,86 persen,"
kata Kepala BPS Suryamin dalam keterangan persnya di kantor BPS, Rabu, 1
Agustus 2012.
Kenaikan
jumlah wisatawan terus terjadi. Pada Mei lalu, jumlah wisatawan mancanegera
yang berkunjung ke Indonesia mencapai 650.883 orang. Selama semester I,
kunjungan wisatawan mencapai 3,88 juta orang atau naik 7,75 persen dibanding
periode tahun sebelumnya, sebanyak 3,60 juta orang.
Jumlah wisatawan yang datang langsung melalui 19 pintu masuk utama pada Juni
2012 mengalami peningkatan 2,41 persen dibandingkan kondisi tahun sebelumnya,
yaitu dari 640.945 orang menjadi 656.382 orang. Demikian juga dibandingkan Mei
2012, jumlah wisawatan yang masuk melalui 19 pintu masuk naik sebesar 6,77
persen.
Kenaikan jumlah wisatawan terjadi di sebagian besar pintu masuk utama. Kenaikan
tertinggi tercatat di pintu Bandara Husein Sastranegara, Bandung sebesar 28,97
persen; diikuti Bandara Polonia, Medan 12,13 persen; dan Bandara Adi Sumarmo,
Surakarta 10,51 persen.
Sementara penurunan terjadi di Bandara BIL, Mataram sebesar 12,92 persen;
Bandara Sultan Syarif Kasim II, Pekan Baru sebesar 8,59 persen; dan Pelabuhan
Tanjung Priok, Jakarta sebesar 2,63 persen.
Jumlah wisawatan yang masuk melalui Ngurah Rai, Bali pada Juni 2012 juga
mengalami penurunan 1,69 persen dibandingkan kedatangan pada tahun sebelumnya,
yaitu dari 245.248 orang menjadi 241.108 orang. Namun, jika dibanding Mei 2012
jumlah kunjungan meningkat 9,34 persen.
perhatian pemerintah dalam pariwisata nasional
menurut saya,pemerintah harus meningkatkan industri pariwisata nasional karena dari sektor pariwisata sangatlah besar pendapatan nya , dan juga hendaknya pemerintah meningkatkan kualitas , baik sarana maupun prasarana terhadap tempat2 pariwisata di indonesia , agar turis mancanegara maupun domestik dapat tertarik dan dapat kembali lagi untuk berwisata di indonesia
"Tourism
that takes full account of its current and future economic, social and
environmental impacts, addressing the needs of visitors, the industry,
the environment and host communities"
Conceptual definition
Sustainable tourism development
guidelines and management practices are applicable to all forms of
tourism in all types of destinations, including mass tourism and the
various niche tourism segments. Sustainability principles refer to the
environmental, economic, and socio-cultural aspects of tourism
development, and a suitable balance must be established between these
three dimensions to guarantee its long-term sustainability.
Thus, sustainable tourism should: 1)
Make optimal use of environmental resources that constitute a key
element in tourism development, maintaining essential ecological
processes and helping to conserve natural heritage and biodiversity.
2) Respect the socio-cultural
authenticity of host communities, conserve their built and living
cultural heritage and traditional values, and contribute to
inter-cultural understanding and tolerance.
3) Ensure viable, long-term economic
operations, providing socio-economic benefits to all stakeholders that
are fairly distributed, including stable employment and income-earning
opportunities and social services to host communities, and contributing
to poverty alleviation.
Sustainable tourism development
requires the informed participation of all relevant stakeholders, as
well as strong political leadership to ensure wide participation and
consensus building. Achieving sustainable tourism is a continuous
process and it requires constant monitoring of impacts, introducing the
necessary preventive and/or corrective measures whenever necessary.
Sustainable tourism should also
maintain a high level of tourist satisfaction and ensure a meaningful
experience to the tourists, raising their awareness about
sustainability issues and promoting sustainable tourism practices
amongst them.
Tourism Society's Dictionary for the Tourism Industry
The Tourism Society, the UK's leading membership organisation for
all sectors of the tourism industry, has launched the latest edition of
the 'Dictionary for the Tourism Industry', edited by Verite Reily
Collins and published by CABI. The dictionary includes an overview of
industry terminology, explanations of industry specific terms, useful
travel related facts on over 130 countries, practical words and idioms
for guides and tour managers and airline and airport codings. According
to Flo Powell, Executive Director of the Tourism Society: "Our
dictionary is a must-have reference book full of easy to find
information. It is an invaluable tool for those studying or working in
tourism and related industries."
The Tourism Society is the leading membership association for
tourism professionals with members from all sectors of the industry
including students, academics, consultants, tour operators, travel
agents, transport operators, foreign tourist organisations, tourist
attractions, hoteliers, those working in the public sector and
suppliers to the industry. http://www.cabi.org/bk_BookDisplay.asp?PID=2129
Saturday, 2 June 2012
DIA
cantik...
bak bidadari jatuh dari kahyangan
memancarkan sinar terang yang terbias dari wajahmu
sungguh....
tak ada satu kata yang dapat
terungkap dari ku
ketika melihat sesosok yang dapat menghipnotis ku
sinar hatimu
terpancar indah dari raut wajahmu
itulah yang membuat pandanganku
tak lepas darimu
kau....
adalah simbol keagungan
yang memegang seluruh kehidupanku
dan mengisi ruang ini
By : nicholas
KEWIRAUSAHAAN
Anda tentu sering mendengar tentang kata “Wirausaha”, “Kewirausahaan” maupun “Wirausahawan” Apakah yang dimaksud dengan “Wirausaha”, “Kewirausahaan” maupun “Wirausahawan” tersebut? Dan apakah beda ketiga kata tersebut?
Wirausaha adalah kemampuan yang dimiliki oleh seseorang untuk melihat dan menilai kesempatan-kesempatan bisnis; mengumpulkan sumber dayasumber daya yang dibutuhkan untuk mengambil tindakan yang tepat dan mengambil keuntungan dalam rangka meraih sukses.
Kewirausahaan pada hakekatnya adalah sifat, ciri dan watak seseorang yang memiliki kemauan dalam mewujudkan gagasan inovatif ke dalam dunia nyata secara kreatif.
Sedangkan yang dimaksudkan dengan seorang Wirausahawan adalah orang-orang yang memiliki kemampuan melihat dan menilai kesempatankesempatan bisnis; mengumpulkan sumber daya-sumber daya yang dibutuhkan untuk mengambil tindakan yang tepat, mengambil keuntungan serta memiliki sifat, watak dan kemauan untuk mewujudkan gagasan inovatif kedalam dunia nyata secara kreatif dalam rangka meraih sukses/meningkatkan pendapatan.
Intinya, seorang Wirausahawan adalah orang-orang yang memiliki jiwa Wirausaha dan mengaplikasikan hakekat Kewirausahaan dalam hidupnya.
Orang-orang yang memiliki kreativitas dan inovasi yang tinggi dalam hidupnya. Secara epistimologis, sebenarnya kewirausahaan hakikatnya adalah suatu kemampuan dalam berpikir kreatif dan berperilaku inovatif yang dijadikan dasar, sumber daya, tenaga penggerak, tujuan, siasat dan kiat dalam menghadapi tantangan hidup. Seorang wirausahawan tidak hanya dapat berencana, berkata-kata tetapi juga berbuat, merealisasikan rencana-rencana dalam pikirannya ke dalam suatu tindakan yang berorientasi pada sukses. Maka dibutuhkan kreatifitas, yaitu pola pikir tentang sesuatu yang baru, serta inovasi, yaitu tindakan dalam melakukan sesuatu yang baru.
Beberapa konsep kewirausahaan seolah identik dengan kemampuan para wirausahawan dalam dunia usaha (business). Padahal, dalam kenyataannya, kewirausahaan tidak selalu identik dengan watak/ciri wirausahawan semata, karena sifat-sifat wirausahawan pun dimiliki oleh seorang yang bukan wirausahawan. Wirausaha mencakup semua aspek pekerjaan, baik karyawan swasta maupun pemerintahan (Soeparman Soemahamidjaja, 1980).
Wirausahawan adalah mereka yang melakukan upaya-upaya kreatif dan inovatif dengan jalan mengembangkan ide, dan meramu sumber daya untuk menemukan peluang (opportunity) dan perbaikan (preparation) hidup (Prawirokusumo, 1997) Kewirausahaan (entrepreneurship) muncul apabila seseorang individu berani mengembangkan usaha-usaha dan ide-ide barunya. Proses kewirausahaan meliputi semua fungsi, aktivitas dan tindakan yang berhubungan dengan perolehan peluang dan penciptaan organisasi usaha (Suryana, 2001).
Esensi dari kewirausahaan adalah menciptakan nilai tambah di pasar melalui proses pengkombinasian sumber daya dengan cara-cara baru dan berbeda agar dapat bersaing.
Menurut Zimmerer (1996:51), nilai tambah tersebut dapat diciptakan melalui cara-cara sebagai berikut:
Pengembangan teknologi baru (developing new technology)
Penemuan pengetahuan baru (discovering new knowledge)
Perbaikan produk (barang dan jasa) yang sudah ada (improving existing products or services)
Penemuan cara-cara yang berbeda untuk menghasilkan barang dan jasa yang lebih banyak dengan sumber daya yang lebih sedikit (finding different ways of providing more goods and services with fewer resources)
Walaupun di antara para ahli ada yang lebih menekankan kewirausahaan pada peran pengusaha kecil, namun sifat inipun sebenarnya dimiliki oleh orang-orang yang berprofesi di luar wirausahawan. Jiwa kewirausahaan ada pada setiap orang yang menyukai perubahan, pembaharuan, kemajuan dan tantangan, apapun profesinya.
Dengan demikian, ada enam hakekat pentingnya Kewirausahaan, yaitu:
Kewirausahaan adalah suatu nilai yang diwujudkan dalam perilaku yang dijadikan sumber daya, tenaga penggerak, tujuan, siasat, kiat, proses dan hasil bisnis (Ahmad Sanusi, 1994)
Kewirausahaan adalah suatu nilai yang dibutuhkan untuk memulai sebuah usaha dan mengembangkan usaha (Soeharto Prawiro, 1997)
Kewirausahaan adalah suatu proses dalam mengerjakan sesuatu yang baru (kreatif) dan berbeda (inovatif) yang bermanfaat dalam memberikan nilai lebih.
Kewirausahaan adalah kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda (Drucker, 1959)
Kewirausahaan adalah suatu proses penerapan kreatifitas dan keinovasian dalam memecahkan persoalan dan menemukan peluang untuk memperbaiki kehidupan usaha (Zimmerer, 1996)
Kewirausahaan adalah usaha menciptakan nilai tambah dengan jalan mengkombinasikan sumber-sumber melalui cara-cara baru dan berbeda untuk memenangkan persaingan.
Group Anggota Topik Tanggal Presentasi
1 - Ana fathiya Dorsal Features Rabu, 4 April
- Citra milanda
- Nola mardiana
- Putriasih n.
- Vicky Julia zahra
2 - Endangdiahayu Strident Features Rabu, 4 April
- Tryameigiana
- Nurhalimah
- Mentari
3 - Ilyaspriangga Coronal Features Dst
- Muzabincholik
- Taufikkarim
- Herusetiawan
4 - Dhony h Approximant Features
- Fadhli s
- Ahmad hanif
- Ahmad harries
5 - Nicholas Samuel p. Complementary Distribution
- Fakhriahmad m
- Hafidzaditya
- Rizkiramadhan
- Widiafitrianti
6 - Anggunsulistyarini Sibilant Features
- Amaliaalfyani
- Novitapratiwi
- Pratiwi p. larasati
7 - Sitirahmamutia Continuant Features
- Farida megawati
- Ekaratnasari
- Sindi hutami
8 Sonorant Features
9 Aspirated Consonants
Outline paper (Isi paper):
Paper yang dibuat harus menyajikan point-point berikut ini.
1. Definition:
2. Examples of the features:
3. Examples in words:
4. Conclusion:
Tugas:
1. Buat paper tentang topik di atas secara kelompok.
2. Menyerahkan paper yang sudah dijilid sebelum presentasi
3. Semua anggota harus presentasi dan menjawab pertanyaan jika ada yang bertanya.
4. Presentasi dengan slide plastik OHP dengan Font yang besar sehingga terbaca jelas.
Slide yang dipresentasikan bukan fotokopi dari paper yang diserahkan.