Tuesday, 9 October 2012

tourism definition

"Tourism that takes full account of its current and future economic, social and environmental impacts, addressing the needs of visitors, the industry, the environment and host communities"
 
Conceptual definition
Sustainable tourism development guidelines and management practices are applicable to all forms of tourism in all types of destinations, including mass tourism and the various niche tourism segments. Sustainability principles refer to the environmental, economic, and socio-cultural aspects of tourism development, and a suitable balance must be established between these three dimensions to guarantee its long-term sustainability.

Thus, sustainable tourism should:
1) Make optimal use of environmental resources that constitute a key element in tourism development, maintaining essential ecological processes and helping to conserve natural heritage and biodiversity.
2) Respect the socio-cultural authenticity of host communities, conserve their built and living cultural heritage and traditional values, and contribute to inter-cultural understanding and tolerance.
3) Ensure viable, long-term economic operations, providing socio-economic benefits to all stakeholders that are fairly distributed, including stable employment and income-earning opportunities and social services to host communities, and contributing to poverty alleviation.

Sustainable tourism development requires the informed participation of all relevant stakeholders, as well as strong political leadership to ensure wide participation and consensus building. Achieving sustainable tourism is a continuous process and it requires constant monitoring of impacts, introducing the necessary preventive and/or corrective measures whenever necessary.
Sustainable tourism should also maintain a high level of tourist satisfaction and ensure a meaningful experience to the tourists, raising their awareness about sustainability issues and promoting sustainable tourism practices amongst them.

Tourism Society's Dictionary for the Tourism Industry


The Tourism Society, the UK's leading membership organisation for all sectors of the tourism industry, has launched the latest edition of the 'Dictionary for the Tourism Industry', edited by Verite Reily Collins and published by CABI. The dictionary includes an overview of industry terminology, explanations of industry specific terms, useful travel related facts on over 130 countries, practical words and idioms for guides and tour managers and airline and airport codings. According to Flo Powell, Executive Director of the Tourism Society: "Our dictionary is a must-have reference book full of easy to find information. It is an invaluable tool for those studying or working in tourism and related industries."
The Tourism Society is the leading membership association for tourism professionals with members from all sectors of the industry including students, academics, consultants, tour operators, travel agents, transport operators, foreign tourist organisations, tourist attractions, hoteliers, those working in the public sector and suppliers to the industry.
http://www.cabi.org/bk_BookDisplay.asp?PID=2129

Saturday, 2 June 2012


DIA


cantik...
bak bidadari jatuh dari kahyangan
memancarkan sinar terang yang terbias dari wajahmu

sungguh....
tak ada satu kata yang dapat
terungkap dari ku
ketika melihat sesosok yang dapat menghipnotis ku

sinar hatimu
terpancar indah dari raut wajahmu
itulah yang membuat pandanganku
tak lepas darimu

kau....
adalah simbol keagungan
yang memegang seluruh kehidupanku
dan mengisi ruang ini

By : nicholas



KEWIRAUSAHAAN


Anda tentu sering mendengar tentang kata “Wirausaha”, “Kewirausahaan” maupun “Wirausahawan” Apakah yang dimaksud dengan “Wirausaha”, “Kewirausahaan” maupun “Wirausahawan” tersebut? Dan apakah beda ketiga kata tersebut?

Wirausaha adalah kemampuan yang dimiliki oleh seseorang untuk melihat dan menilai kesempatan-kesempatan bisnis; mengumpulkan sumber dayasumber daya yang dibutuhkan untuk mengambil tindakan yang tepat dan mengambil keuntungan dalam rangka meraih sukses.

Kewirausahaan pada hakekatnya adalah sifat, ciri dan watak seseorang yang memiliki kemauan dalam mewujudkan gagasan inovatif ke dalam dunia nyata secara kreatif.

Sedangkan yang dimaksudkan dengan seorang Wirausahawan adalah orang-orang yang memiliki kemampuan melihat dan menilai kesempatankesempatan bisnis; mengumpulkan sumber daya-sumber daya yang dibutuhkan untuk mengambil tindakan yang tepat, mengambil keuntungan serta memiliki sifat, watak dan kemauan untuk mewujudkan gagasan inovatif kedalam dunia nyata secara kreatif dalam rangka meraih sukses/meningkatkan pendapatan.

Intinya, seorang Wirausahawan adalah orang-orang yang memiliki jiwa Wirausaha dan mengaplikasikan hakekat Kewirausahaan dalam hidupnya.

Orang-orang yang memiliki kreativitas dan inovasi yang tinggi dalam hidupnya. Secara epistimologis, sebenarnya kewirausahaan hakikatnya adalah suatu kemampuan dalam berpikir kreatif dan berperilaku inovatif yang dijadikan dasar, sumber daya, tenaga penggerak, tujuan, siasat dan kiat dalam menghadapi tantangan hidup. Seorang wirausahawan tidak hanya dapat berencana, berkata-kata tetapi juga berbuat, merealisasikan rencana-rencana dalam pikirannya ke dalam suatu tindakan yang berorientasi pada sukses. Maka dibutuhkan kreatifitas, yaitu pola pikir tentang sesuatu yang baru, serta inovasi, yaitu tindakan dalam melakukan sesuatu yang baru.

Beberapa konsep kewirausahaan seolah identik dengan kemampuan para wirausahawan dalam dunia usaha (business). Padahal, dalam kenyataannya, kewirausahaan tidak selalu identik dengan watak/ciri wirausahawan semata, karena sifat-sifat wirausahawan pun dimiliki oleh seorang yang bukan wirausahawan. Wirausaha mencakup semua aspek pekerjaan, baik karyawan swasta maupun pemerintahan (Soeparman Soemahamidjaja, 1980).

Wirausahawan adalah mereka yang melakukan upaya-upaya kreatif dan inovatif dengan jalan mengembangkan ide, dan meramu sumber daya untuk menemukan peluang (opportunity) dan perbaikan (preparation) hidup (Prawirokusumo, 1997) Kewirausahaan (entrepreneurship) muncul apabila seseorang individu berani mengembangkan usaha-usaha dan ide-ide barunya. Proses kewirausahaan meliputi semua fungsi, aktivitas dan tindakan yang berhubungan dengan perolehan peluang dan penciptaan organisasi usaha (Suryana, 2001).

Esensi dari kewirausahaan adalah menciptakan nilai tambah di pasar melalui proses pengkombinasian sumber daya dengan cara-cara baru dan berbeda agar dapat bersaing.

Menurut Zimmerer (1996:51), nilai tambah tersebut dapat diciptakan melalui cara-cara sebagai berikut:
  • Pengembangan teknologi baru (developing new technology)
  • Penemuan pengetahuan baru (discovering new knowledge)
  • Perbaikan produk (barang dan jasa) yang sudah ada (improving existing products or services)
  • Penemuan cara-cara yang berbeda untuk menghasilkan barang dan jasa yang lebih banyak dengan sumber daya yang lebih sedikit (finding different ways of providing more goods and services with fewer resources)

Walaupun di antara para ahli ada yang lebih menekankan kewirausahaan pada peran pengusaha kecil, namun sifat inipun sebenarnya dimiliki oleh orang-orang yang berprofesi di luar wirausahawan. Jiwa kewirausahaan ada pada setiap orang yang menyukai perubahan, pembaharuan, kemajuan dan tantangan, apapun profesinya.

Dengan demikian, ada enam hakekat pentingnya Kewirausahaan, yaitu:

  • Kewirausahaan adalah suatu nilai yang diwujudkan dalam perilaku yang dijadikan sumber daya, tenaga penggerak, tujuan, siasat, kiat, proses dan hasil bisnis (Ahmad Sanusi, 1994)
  • Kewirausahaan adalah suatu nilai yang dibutuhkan untuk memulai sebuah usaha dan mengembangkan usaha (Soeharto Prawiro, 1997)
  • Kewirausahaan adalah suatu proses dalam mengerjakan sesuatu yang baru (kreatif) dan berbeda (inovatif) yang bermanfaat dalam memberikan nilai lebih.
  • Kewirausahaan adalah kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda (Drucker, 1959)
  • Kewirausahaan adalah suatu proses penerapan kreatifitas dan keinovasian dalam memecahkan persoalan dan menemukan peluang untuk memperbaiki kehidupan usaha (Zimmerer, 1996)
  • Kewirausahaan adalah usaha menciptakan nilai tambah dengan jalan mengkombinasikan sumber-sumber melalui cara-cara baru dan berbeda untuk memenangkan persaingan.

Tuesday, 3 April 2012

tugas kelompok

TUGAS KELOMPOK PRESENTASI FONOLOGI – 2SA05


Group    Anggota                              Topik                      Tanggal Presentasi
1    -    Ana fathiya                     Dorsal Features              Rabu, 4 April
      -    Citra milanda
      -    Nola mardiana
      -    Putriasih n.
      -    Vicky Julia zahra       
2    -    Endangdiahayu               Strident Features             Rabu, 4 April
      -    Tryameigiana
      -    Nurhalimah
      -    Mentari     
3    -    Ilyaspriangga                  Coronal Features             Dst
      -    Muzabincholik
      -    Taufikkarim
      -    Herusetiawan     
4    -    Dhony h                          Approximant Features
      -    Fadhli s
      -    Ahmad hanif
      -    Ahmad harries       
5    -    Nicholas Samuel p.          Complementary Distribution
      -    Fakhriahmad m
      -    Hafidzaditya
      -    Rizkiramadhan
      -    Widiafitrianti                        
6    -    Anggunsulistyarini              Sibilant Features
      -    Amaliaalfyani
      -    Novitapratiwi
      -    Pratiwi p. larasati       
7    -    Sitirahmamutia                   Continuant Features
      -    Farida megawati
      -    Ekaratnasari
      -    Sindi hutami       
8        Sonorant Features   
9        Aspirated Consonants   

Outline paper (Isi paper):

Paper yang dibuat harus menyajikan point-point berikut ini.

1.    Definition:
2.    Examples of the features:
3.    Examples in words:
4.    Conclusion:

Tugas:

1. Buat paper tentang topik di atas secara kelompok.
2. Menyerahkan paper yang sudah dijilid sebelum presentasi
3. Semua anggota harus presentasi dan menjawab pertanyaan jika ada yang bertanya.
4. Presentasi dengan slide plastik OHP dengan Font yang besar sehingga terbaca jelas.
    Slide yang dipresentasikan bukan fotokopi dari paper yang diserahkan.

Tuesday, 13 December 2011

warga negara dan negara

sifat bentuk dan unsur-unsurnya




Rangkuman
Istilah negara sudah dikenal sejak zaman Renaissance, yaitu pada abad ke-15. Pada masa itu telah mulai digunakan istilah Lo Stato yang berasal dari bahasa Italia, yang kemudian menjelma menjadi L'etat' dalam bahasa Perancis, The State dalam bahasa Inggris atau Deer Staat dalam bahasa Jerman dan De Staat dalam bahasa Belanda.
Ada beberapa pendapat mengenai pengertian negara seperti dikemukakan oleh Aristoteles, Agustinus, Machiavelli dan Rousseau.
Sifat khusus daripada suatu negara ada tiga, yaitu sebagai berikut.
 1 Memaksa
  Sifat memaksa perlu dimiliki oleh suatu negara, supaya peraturan perundang-undangan ditaati sehingga penertiban dalam masyarakat dapat dicapai, serta timbulnya anarkhi bisa dicegah. Sarana yang digunakan untuk itu adalah polisi, tentara. Unsur paksa ini dapat dilihat pada ketentuan tentang pajak, di mana setiap warga negara harus membayar pajak dan bagi yang melanggarnya atau tidak melakukan kewajiban tersebut dapat dikenakan denda atau disita miliknya.
 2 Monopoli
  Negara mempunyai monopoli dalam menetapkan tujuan bersama dari masyarakat. Negara berhak melarang suatu aliran kepercayaan atau aliran politik tertentu hidup dan disebarluaskan karena dianggap bertentangan dengan tujuan masyarakat.
 3 Mencakup semua
  Semua peraturan perundang-undangan berlaku untuk semua orang tanpa, kecuali untuk mendukung usaha negara dalam mencapai masyarakat yang dicita-citakan. Misalnya, keharusan membayar pajak.
Hal yang dimaksud unsur-unsur negara adalah bagian-bagian yang menjadikan negara itu ada. Unsur-unsur negara terdiri dari:
  1. Wilayah, yaitu batas wilayah di mana kekuasan itu berlaku. Adapun wilayah terbagi menjadi tiga, yaitu darat, laut, dan udara.
  2. Rakyat, adalah semua orang yang berada di wilayah negara itu dan yang tunduk pada kekuasaan negara tersebut.
  3. Pemerintah, adalah alat negara dalam menyelenggarakan segala kepentingan rakyatnya dan merupakan alat dalam mencapai tujuan.
  4. Pengakuan dari negara lain. Unsur ini tidak merupakan syarat mutlak adanya suatu negara karena unsur tersebut tidak merupakan unsur pembentuk bagi badan negara melainkan hanya bersifat menerangkan saja tentang adanya negara. Jadi, hanya bersifat deklaratif bukan konstitutif. Pengakuan dari negara lain dapat dibedakan dua macam, yaitu pengakuan secara de facto dan pengakuan secara de jure
http://pustaka.ut.ac.id/website/index.php?Itemid=75&catid=30:fkip&id=68:pkni4102-ilmu-negara&option=com_content&view=article

Sunday, 11 December 2011

pemuda dan sosialisasi

Pemuda dan Sosialisasi

Pemuda adalah golongan manusia manusia muda yang masih memerlukan
pembinaan dan pengembangan kearah yang lebih baik, agar dapat
melanjutkan dan mengisi pembangunan yang kini telah berlangsung, pemuda
di Indonesia dewasa ini sangat beraneka ragam, terutama bila dikaitkan
dengan kesempatan pendidikan.


Internalisasi , Belajar, dan Spesialisasi

Ketiga kata atau istilah internalisasi, belajar, dan spesialisasi pada
dasarnya memiliki pengertian yang hampir sama. Proses berlangsungnya
sama yaitu melalui interaksi sosial. Istilah internalisasi lebih
ditekankan pada norma-norma individu yang menginternalisasikan
norma-norma tersebut, atau proses norma-norma kemasyarakatan yang tidak
berhenti sampai institusional saja, akan tetapi norma tersebut mendarah
daging dalam jiwa anggota masyarakat. Norma tersebut dapat dibedakan
menjadi dua, yaitu norma yang mengatur pribadi (mencakup norma
kepercayaan dan kesusilaan) dan norma yang mengatur hubungan pribadi
(mencakup kaidah kesopanan dan kaidah hukum).

Istilah belajar ditekankan pada perubahan tingkah laku, yang semula
tidak dimiliki sekarang telah dimiliki oleh seorang individu, atau
perubahan sikap dari tidak tahu menjadi tahu, dimana belajar dapat
berlangsung di lingkungan maupun di lembaga pendidikan. Istilah
spesialisasi ditekankan pada kekhususan yang telah dimiliki atau diukur
oleh seorang individu, kekhususan timbul melalui proses yang agak
panjang dan lama.

Pemuda dan Identitas

Identitas atau jati diri merupakan sikap atau sifat yang ada dalam diri
seseorang. Pada saat usia masih mudalah biasanya orang mulai melakukan
pencarian jati diri atau mengenali identitas dirinya.

Dalam tahap pencarian identitas inilah terkadang masih menemukan
kendala. Apalagi dizaman yang serba bebas sekarang ini. Pergaulan
merupakan faktor utama yang mempengaruhi terbentuknya jatidiri pemuda.
Hal itu dapat dibuktikan dengan melihat media masa, tidak dapat kita
pungkiri lagi bahwa cukup banyak tindak kriminal yang yang diberitakan
oleh media masa itu, pelakunya adalah para pemuda. Mulai dari tawuran
antar pelajar, perkelahian antar geng, narokoba, dan tindakan asusila
lain. Dari contoh tersebut dapat dikatakan bahwa moral pemuda zaman
sekarang sudah menurun dibanding pemuda generasi sebelumnya. Pemuda
mulai kehilangan jati dirinya karena mereka cenderung ikut-ikutan ke
dalam pergaulan yang bebas yang sedang ”in” saat ini.

Perguruan dan Pendidikan

Keberhasilan pembangunan ditentukan oleh berbagai factor seperti
kualitas sumber daya alam, sumber daya alam yang memadai, pemerintahan
yang kuat dan sebagainya. Sumber daya manusia merupakan factor penting,
manusia sebagai subek dan objek pembangunan. Dalam hal inilah pentingnya
sebagai upaya menciptakan sumber daya alam yang berkualita. Pendidikan
merupakan uaha adar dan terecana untuk mewuudkan suasana belajar dan
proes pembelajaran agar peserta didik semua aktif mengembangkan potensi
dirinya yang diperlukan oleh dirinya dan masyarakat. Pendidikan
dibedakan menadi:

a. Pendidikan formal: usaha-usaha peningkatan kualitas sumber daya
manusia melalui sekolah dengan mengikuti peraturan yang sudah
ditentukan, termasuk perguruan tinggi
b. Pendidikan nonformal:pendidikan yang dilakukan secara teratur dan
sadar namun tidak terlalu ketat mengikuti peraturan yang ada pada
sekolah. Misalnya: PKK
c. Pendidikan informal: pendidikan yan diperoleh melalui pengalaman
dalam kehidupan shari-hari baik sadar ataupun tidak adar seak seseorang
lahir sampai tua
d. Lembaga-lembaga pendidikan di bawah departemen an non departemen, lembaga-lembaga ini disebut pusat pendidikan dan latihan.

Dalam hal ini, perguruan tinggi bertanggung jawab untuk mengendalikan
dan menjamin mutu pendidikan dengan standar ambang yang memadai. Ini
berarti bahwa pergururan tinggi harus betul-betul menjaga mutu
pendidikan sehingga menghasilkan lulusan yang dapat
dipertanggungjawabkan. Mutu di perguruan tinggi merupakan tanggung jawab
bersama di antara mahasiswa dan pengasuh perguruan tinggi melalui
pengawasan satuan penjaminan mutu. Budaya belajar yang diwarisi dari
sekolah dan diteruskan di perguruan tinggi masih perlu dilanjutkan oleh
para lulusan di dalam kehidupan pascaperguruan tinggi.


http://upp-rohul.clubdiscussion.com/t54-pemuda-dan-sosialisasi